Yayaya Isna adalah salah seorang pemalas. Malas sama gosip. Wkwkwk. Mungkin memang sepele ya gosip itu bagi beberapa orang. Well, tetap, hingga saat ini saya tidak suka gosip (titik) Memang mungkin awalnya karena pengalaman pribadi, selagi menjalani kehidupan seorang remaja yang duduk di sekolah tingkat menengah pertama, seorang gadis lugu berkacamata membaca puisi ke depan kelas berdua dengan teman karena disuruh oleh guru kemudian jadi gosip, itu adalah hal yang tidak fair sama sekali --_____--.
Sama sekali tidak fair. Secara mungkin masih polos ya semua pas masa-masa itu, ada berita kayak gitu, langsung aja tersebar lebih cepat dari angin (sok tau, yang jelas tidak secepat kecepatan cahaya sepertinya). Masa gara-gara itu jadi gak pernah ada komunikasi sekalipun dalam 3 tahun. Huh, gosip menghancurkan pertemanan :p Sangat gak asyik. Aseli.
Then, beranjak semakin naik tingkat, hingga sekarang pun jadi mahasiswa, saya tetap tidak suka gosip (titik) Entahlah, sempat terfikir yang cukup bikin geli sendiri, tapi suatu saat untuk imamku, aku ingin menjaga hatinya. Dengan tanpa banyak berita buruk tentang diri ini untuknya (gosip itu berita buruk buat gue wkwk). Walau diri ini yakin, imamku nanti adalah seorang yang percaya dengan pasangannya :D. Aku ingin mengukir banyak cerita tentang prestasi, karya, dan manfaatku.
Isna memang menjadi anak yang tetutup dan terbuka pada tempat dan waktunya masing-masing. Wkwkwk.











